Jumat, 18 April 2014

Sistem Basis Data

Basisdata , menurut Stephens dan Plew (2000), adalah mekanisme yang digunakan untuk menyimpan informasi atau data. Informasi adalah sesuatu yang kita gunakan sehari-hari untuk bebagai alasan. Dengan basisdata pengguna dapat menyimpan data secara teroganisasi. Setelah data disimpan, informasi harus mudah diambil.
Basisdata, menurut silberschatz, dkk (2002), adalah sebagai kumpulan data berisi informasi yang sesuai untuk sebuah perusahaan. Sistem manajemen basisdata (DBMS) adalah kumpulan data yang saling berhubungan dan kumpulan program untuk mengakses data. Tujuan utama sistem manajemen basisdata secara mmudah dan efisien.
Basisdata, menurut Ramakrishnan dan Gehrker (2003),  adalah sebagai kumpulan data, umumnya mendeskripsikan aktivitas satu organisasi atau lebih yang berhubungan.
Basisdata,  menurut  mcleod (2001),  adalah kumpulan seluruh sumber daya berbasis komputer milik organisasi. Sistem manajemen basisdata adalah aplikasi perangkat lunak yang menyimpan struktur basisdata, hubungan antardata dalam basisdata, serta berbagai formulir dan laporan yang berkaitan dengan basisdata.
Dari pengeritan diatas dapat disimpulkan bahwa basisdata adalah
Basis data didefinisikan sebagai sekumpulan data yang saling berhubungan, disimpan dengan minimum redundansi untuk melayani banyak aplikasi secara optimal

Keuntungan dan Kerugian DBMS

 Keuntungan DBMS

·         Mengurangi  pengulangan data
DBMS dapat mengurangi jumlah total file dengan menghapus data yang terduplikasi di berbai file.
·         Mencapai independensi data
Sepesifikasi data disimpan dalam skema pada tiap program aplikasi perubahan dapat dibuat pada struktur data tanpa memengaruhui program yang mengakses data
·         Mengintegrasikan data beberapa file
Saat file dibentuk sehingga menyediakan kaitan logis, maka organisasi fisik bukan merupakan kendala. Organisasi logis, pendangan pengguna dan program aplikasi tidak harus tercermin pada media penyimpanan fisik.
·         Mengambil data dan informasi dengan cepat
Hubungan-hubungan logis, bahasa manipulasi data, serta bahasa query memungkinkan pengguna mengambil data dalam hubungan detik atau menit.
·         Meningkatkan keamanan
DBMS mainframe maupun komputer mikro dapat menyertakan beberapa lapis keamanan seperti kata sandi (password), direktori pemakai, dan bahasa sandi (encryption)  sehingga data yang dikelola akan lebih aman.

 Kerugian DBMS

·         Memperoleh perangkat lunak yang mahal
DBMS maninframe masih sangat mahal. Walaupun harga DBMS berbasis komputer mikro lebih murah, tetapi tetap merupakan pengeluaran besar bagi suatu organisasi kecil
·         Memperoleh konfigurasi perangkat keras yang besar
DBMS sering memerlukan kapasitas penyimpanan dan memori lebih besar daripada program aplikasi lain
·         Memperkerjakan dan mempertahankan staf DBA
DBMS memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memenfaatkan kemampuannya secara penuh. Pengetahuan khusus ini disediakan paling baik oleh para pengelola basisdata (DBA)


 Hirarkhi data

Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun dalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga paling komplek. Susunan/ hirarki data hingga tersusun suatu sistem basis data sebagai berikut :

1.       Basisdata: merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan antar record dan rinci data terhadap obyek tertentu.
2.       Berkas/ file : merupakan sekumpulan record sejenis secara relasi yang tersimpan dalam media penyimpan sekunder.
3.       Record: merupakan sekumpulan field / atribut/ data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu.
4.       Field / atribut/ data item : merupakan unit terkecil yang disebut data yaitu sekumpulan byte yang mempunyai makna.
5.       Byte: bagian terkecil yang dialamatkan dalam memori.
6.       Bit adalah sistem biner yang terdiri atas dua macam nilai yaitu 0 dan 1.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management